Keterangan Lengkap Hasil Gelar Ops Bersinar Semeru 2016

22 Kabid ok

22 Kabid okTribratanewsjatim.com: Operasi Bersinar Semeru 2016 (Berantas Sindikat Narkoba) yang digelar Polres jajaran Polda Jatim, hasil sementara pada Kamis (24/3/2016) tercatat 24 kasus, dan 32 tersangka (28 pengguna dan 4 pengedar). Barang bukti yang disita 17,90 gram sabu dan uang tunai Rp 50.000.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes RP Argo Yuwono mengatakan, jumlah kasus tersebut bisa bertambah, mengingat operasi Bersinar Semeru 2016 masih bergulir.

Sementara itu, angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai sekitar 5 juta jiwa. Hal ini merupakan fenomena gunung es. Belum lagi kondisi geografis Indonesia yang terbuka dan jumlah penduduk yang besar. Ini merupakan peluang bagi sindikat narkoba internasional.

Mereka dapat masuk ke Indonesia karena banyaknya pintu masuk semacam “jalur-jalur tikus”. Sementara itu, jumlah penduduk yang besar dijadikan pasar terbesar di Asia Tenggara.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo saat mengadakan rapat terbatas guna membahas masalah narkoba. Dalam ratas yang dilaksanakan di Kantor Presiden, Jakarta, Presiden mengatakan, ” Saya ingin agar ada langkah-langkah pemberantasan narkoba yang lebih gencar lagi, lebih berani lagi, lebih gila lagi, yg lebih komprehensif lagi dan dilakukan secara terpadu,” kata Presiden, Rabu (24/2/2016) lalu.

Pertama, sektor, seperti BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial,  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai , harus bergerak bersama, bersinergi. “Semua kementerian lembaga menghilangkan ego sektoral, semuanya keroyok rame-rame,” lanjut Presiden.

Kedua, nyatakan perang terhadap bandar dan jaringan narkoba. “Tapi juga penanganan hukum itu harus lebih keras lagi, lebih tegas lagi pada jaringan-jaringan yang terlibat,” tegas Presiden.

Ketiga, tutup semua celah penyelundupan narkoba karena narkoba ini sudah merasuk ke mana-mana. “Tutup celah semua penyelundupan yang berkaitan dengan narkoba di pintu-pintu masuk, baik di pelabuhan maupun Di bandara maupun di pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di negara kita,” ujar Presiden.

Keempat, Presiden meminta agar digencarkan kampanye kreatif bahaya narkoba dan kampanye ini utamanya menyasar generasi muda.

Kelima, perlu ditingkatkan pengawasan yang ketat pada lapas sehingga Lapas tidak dijadikan pusat penyebaran dan peredaran narkoba. “Sudah saya sampaikan kepada Kepala BNN bahwa pengawasan yang sangat ketat terhadap Lapas, terutama Lapas narkoba itu betul-betul harus dilakukan,” tegas Presiden.

Bahkan Presiden meminta agar dilakukan pengecekan secara rutin di lapas-lapas tersebut. “Saya kira mungkin bisa sebulan dua kali, sebulan sekali lapas itu harus dicek secara mendadak baik oleh BNN dengan Polri dan dibackup oleh TNI. Karena menurut saya peredaran di situ mungkin lebih dari 50% peredaran yang ada,” tandas Presiden.

Keenam, terkait rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkoba. program rehabilitasi harus  berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba bisa betul-betul terputus

The post Keterangan Lengkap Hasil Gelar Ops Bersinar Semeru 2016 appeared first on TRIBRATANEWS JAWA TIMUR.



from TRIBRATANEWS JAWA TIMUR http://ift.tt/22LHafq
via IFTTT

0 comments:

22 Kabid ok

22 Kabid okTribratanewsjatim.com: Operasi Bersinar Semeru 2016 (Berantas Sindikat Narkoba) yang digelar Polres jajaran Polda Jatim, hasil sementara pada Kamis (24/3/2016) tercatat 24 kasus, dan 32 tersangka (28 pengguna dan 4 pengedar). Barang bukti yang disita 17,90 gram sabu dan uang tunai Rp 50.000.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes RP Argo Yuwono mengatakan, jumlah kasus tersebut bisa bertambah, mengingat operasi Bersinar Semeru 2016 masih bergulir.

Sementara itu, angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai sekitar 5 juta jiwa. Hal ini merupakan fenomena gunung es. Belum lagi kondisi geografis Indonesia yang terbuka dan jumlah penduduk yang besar. Ini merupakan peluang bagi sindikat narkoba internasional.

Mereka dapat masuk ke Indonesia karena banyaknya pintu masuk semacam “jalur-jalur tikus”. Sementara itu, jumlah penduduk yang besar dijadikan pasar terbesar di Asia Tenggara.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo saat mengadakan rapat terbatas guna membahas masalah narkoba. Dalam ratas yang dilaksanakan di Kantor Presiden, Jakarta, Presiden mengatakan, ” Saya ingin agar ada langkah-langkah pemberantasan narkoba yang lebih gencar lagi, lebih berani lagi, lebih gila lagi, yg lebih komprehensif lagi dan dilakukan secara terpadu,” kata Presiden, Rabu (24/2/2016) lalu.

Pertama, sektor, seperti BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial,  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai , harus bergerak bersama, bersinergi. “Semua kementerian lembaga menghilangkan ego sektoral, semuanya keroyok rame-rame,” lanjut Presiden.

Kedua, nyatakan perang terhadap bandar dan jaringan narkoba. “Tapi juga penanganan hukum itu harus lebih keras lagi, lebih tegas lagi pada jaringan-jaringan yang terlibat,” tegas Presiden.

Ketiga, tutup semua celah penyelundupan narkoba karena narkoba ini sudah merasuk ke mana-mana. “Tutup celah semua penyelundupan yang berkaitan dengan narkoba di pintu-pintu masuk, baik di pelabuhan maupun Di bandara maupun di pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di negara kita,” ujar Presiden.

Keempat, Presiden meminta agar digencarkan kampanye kreatif bahaya narkoba dan kampanye ini utamanya menyasar generasi muda.

Kelima, perlu ditingkatkan pengawasan yang ketat pada lapas sehingga Lapas tidak dijadikan pusat penyebaran dan peredaran narkoba. “Sudah saya sampaikan kepada Kepala BNN bahwa pengawasan yang sangat ketat terhadap Lapas, terutama Lapas narkoba itu betul-betul harus dilakukan,” tegas Presiden.

Bahkan Presiden meminta agar dilakukan pengecekan secara rutin di lapas-lapas tersebut. “Saya kira mungkin bisa sebulan dua kali, sebulan sekali lapas itu harus dicek secara mendadak baik oleh BNN dengan Polri dan dibackup oleh TNI. Karena menurut saya peredaran di situ mungkin lebih dari 50% peredaran yang ada,” tandas Presiden.

Keenam, terkait rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkoba. program rehabilitasi harus  berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba bisa betul-betul terputus

The post Keterangan Lengkap Hasil Gelar Ops Bersinar Semeru 2016 appeared first on TRIBRATANEWS JAWA TIMUR.



from TRIBRATANEWS JAWA TIMUR http://ift.tt/22LHafq
via IFTTT
«
Next

Newer Post

»
Previous

Older Post


No comments:

Leave a Reply